- Demam mendadak
- Batuk, pilek
- Nyeri tenggorokan
- Nyeri otot dan sendi
- Lemas hebat
- Sakit kepala
- ansia ≥60 tahun
- Anak-anak <5 tahun (terutama <2 tahun)
- Ibu hamil
- Pasien dengan penyakit kronis (diabetes, jantung, paru, ginjal)
- Individu dengan daya tahan tubuh/ imunitas rendah
1. Diagnosis Klinis (utama)
Berdasarkan gejala khas yang muncul akut:
- Demam ≥ 38°C (mendadak)
- Batuk (biasanya kering)
- Pilek / hidung tersumbat
- Nyeri tenggorok
- Nyeri otot & sendi
- Sakit kepala
- Lemas berat (fatigue)
- Kadang mual, muntah, diare (lebih sering pada anak)
Influenza sangat dicurigai bila demam + batuk/ nyeri tenggorok.
2. Diagnosis Epidemiologis
- Ada kontak erat dengan penderita influenza
- Terjadi pada musim peningkatan kasus (wabah/klaster)
- Tinggal/kerja di lingkungan padat (sekolah, kantor, asrama, RS)
3. Diagnosis Laboratorium (bila diperlukan)
Dilakukan pada:
- Pasien berisiko tinggi
- Gejala berat / progresif
- Perlu konfirmasi untuk kebijakan klinis atau KLB
Pilihan pemeriksaan:
- Rapid Influenza Diagnostic Test (RIDT)
→ Cepat, sensitivitas sedang
- RT-PCR Influenza (gold standard)
→ Paling akurat (Influenza A & B)
- Tes antigen/molekuler cepat
- Darah rutin: leukosit normal/↓ (tidak spesifik)
- Foto toraks: bila dicurigai komplikasi pneumonia
1. Kebiasaan Sehat Sehari-hari
Langkah sederhana namun sangat efektif:
- Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer
- Etika batuk dan bersin
- Gunakan masker saat sakit atau di tempat ramai
- Hindari kontak dekat bila sedang flu
- Istirahat cukup (7–8 jam per hari)
2. Pola Makan untuk Daya Tahan Tubuh ⟶ nutrisi adekuat dan hidrasi
Daya tahan tubuh sangat dipengaruhi oleh nutrisi. Anjuran pola makan:
- Protein cukup: ikan, telur, ayam, tahu, tempe
- Sayur dan buah berwarna (vitamin C, A, E)
- Zinc dan selenium dari kacang-kacangan dan biji-bijian
- Cairan cukup (air putih 2–2,5 liter/hari)
Yang perlu dibatasi:
- Gula berlebihan
- Makanan ultra-proses
- Minuman manis dan beralkohol
3. Aktivitas Fisik dan Olahraga
Olahraga berperan meningkatkan sistem imun bila dilakukan teratur dan moderat. Rekomendasi:
- Jalan cepat, bersepeda, atau senam 30 menit/hari
- 3–5 kali per minggu
- Hindari olahraga berat saat sedang demam atau flu
???? Olahraga berlebihan justru dapat menurunkan imunitas sementara.
4. Vaksinasi influenza tahunan
Komplikasi Influenza
Komplikasi Influenza dapat terjadi bila infeksi tidak tertangani dengan baik, terutama pada kelompok berisiko (balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis).
Komplikasi Influenza dapat terjadi bila infeksi tidak tertangani dengan baik, terutama pada kelompok berisiko (balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis).
Komplikasi yang Sering Terjadi:
- Pneumonia
- Pneumonia virus influenza
- Pneumonia bakteri sekunder (mis. Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus)
- Komplikasi paling sering dan paling berbahaya
- Infeksi Saluran Napas Bawah
- Bronkitis
- Eksaserbasi asma atau PPOK
- Sinusitis dan Otitis Media
- Lebih sering pada anak-anak
Komplikasi Berat / Sistemik
- Gagal Napas & ARDS
- Terutama pada influenza berat atau keterlambatan penanganan
- Perburukan Penyakit Kronis
- Penyakit jantung (gagal jantung, penyakit jantung koroner)
- Diabetes (hiperglikemia, ketoasidosis)
- Penyakit ginjal kronik
- Komplikasi Neurologis (jarang, tapi serius)
- Ensefalitis
- Kejang (terutama pada anak)
- Guillain-Barré syndrome (sangat jarang)
- Miokarditis dan Perikarditis
- Radang otot atau selaput jantung
- Sepsis dan Kematian
- Pada kasus berat, terutama pada kelompok rentan
Belum Ada Komentar