• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Pentingnya Latihan Kekuatan untuk Lansia Senin, 02 Februari 2026 09:07 WIB Banyak orang berpikir olahraga untuk lansia sebaiknya ringan saja, seperti jalan santai atau senam peregangan. Padahal, menurut World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), salah satu jenis olahraga yang justru penting dilakukan di usia lanjut adalah latihan kekuatan otot atau strength training. Latihan kekuatan bukan berarti harus angkat beban berat di gym, tapi lebih pada menjaga agar otot tetap aktif dan kuat supaya tubuh tetap bugar, mandiri, dan terhindar dari risiko jatuh atau cedera. Mengapa Lansia Perlu Latihan Kekuatan? Seiring bertambahnya usia, tubuh akan kehilangan massa otot dan kepadatan tulang secara alami  kondisi ini disebut sarkopenia. Tanpa latihan kekuatan, otot bisa melemah, sendi menjadi kaku, dan aktivitas harian seperti naik tangga atau membawa barang terasa makin berat. WHO menegaskan bahwa aktivitas penguatan otot minimal dua kali seminggu dapat membantu mempertahankan kekuatan tubuh, meningkatkan keseimbangan, dan menjaga postur. Selain itu, latihan ini juga membantu metabolisme tubuh tetap aktif sehingga berat badan lebih terkontrol. Manfaat Latihan Kekuatan untuk Kesehatan Lansia Latihan kekuatan membawa banyak manfaat, bukan hanya untuk otot, tapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan. Berikut beberapa manfaat utamanya: Menjaga kepadatan tulang, mencegah osteoporosis dan risiko patah tulang. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, mengurangi risiko jatuh. Meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh lebih efisien dalam mengolah energi. Mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, karena sirkulasi darah menjadi lebih baik. Menjaga kesehatan mental, karena aktivitas fisik membantu pelepasan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih positif. Latihan yang Aman dan Mudah Dilakukan di Rumah Latihan kekuatan tidak harus rumit atau mahal. Banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus, seperti: Squat ringan: berdiri dan duduk dari kursi sebanyak 10–15 kali. Push-up dinding: bersandar pada dinding dan dorong tubuh perlahan. Mengangkat botol air sebagai beban ringan untuk melatih lengan. Naik-turun tangga untuk melatih otot kaki dan keseimbangan. Kemenkes RI merekomendasikan agar lansia melakukan latihan kekuatan 2–3 kali seminggu, dengan intensitas ringan hingga sedang sesuai kemampuan, serta selalu diawali pemanasan dan diakhiri peregangan. Tips Aman Saat Mulai Latihan Sebelum memulai, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengalami cedera. Mulailah perlahan dan dengarkan sinyal tubuh kalau terasa nyeri atau pusing, segera hentikan latihan. Gunakan alas kaki yang nyaman dan lakukan di area yang aman agar tidak mudah tergelincir. Kalau ragu, bisa konsultasi dulu ke dokter atau tenaga medis di klinik untuk memastikan jenis latihan yang paling cocok dengan kondisi tubuhmu. Latihan kekuatan adalah investasi kesehatan jangka panjang, terutama bagi lansia. Dengan otot yang kuat, tubuh jadi lebih stabil, aktivitas harian terasa ringan, dan kualitas hidup meningkat. Jadi, jangan ragu untuk mulai bergerak hari ini cukup 15–30 menit latihan sederhana di rumah sudah bisa membuat perbedaan besar. Karena tubuh yang aktif adalah kunci agar masa tua tetap sehat, mandiri, dan bahagia.

image-newest
Info Korporasi

Melihat Pelanggaran atau Kecurangan Penyuapan?? Segera Laporkan! Rabu, 21 Januari 2026 14:35 WIB Hi Yakes Family, Yakes Telkom menyediakan Sistem Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) bagi para pemangku kepentingan untuk melaporkan dugaan pelanggaran. Selanjutnya Yakes Telkom akan berkomitmen untuk memproses dan menindaklanjuti laporan yang masuk. Pelapor diharapkan dapat memberikan informasi sedetail mungkin terkait pelanggaran yang terjadi, siapa saja yang terlibat, kapan dan dimana kejadian tersebut, hingga bagaimana rincian kejadian serta bukti awalnya. Hal yang dapat disampaikan dalam WBS ini meliputi : Korupsi Termasuk conflicts of interest, penyuapan, pemberian uang secara ilegal, pemerasan finansial, dan tindakan lain yang dilarang oleh Undang-Undang Anti Korupsi. Penyimpangan Aset Termasuk penyalahgunaan wewenang seperti pencurian atau penggelapan dana maupun inventaris aset berharga lainnya. Manipulasi Informasi keuangan dan non-keuangan Perbuatan Melanggar Hukum dan Aturan Berlaku Seperti peraturan Perusahaan, Pedoman dan perjanjian etika perusahaan. Yakes Telkom juga berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi dari pelapor yang menyampaikan informasi penyimpangan tersebut. Komitmen Yakes Telkom dalam melawan indikasi penyuapan di lingkungan yayasan terus menjadi perhatian bersama. Jika dalam prosesnya Yakes Family melihat atau mengalami indikasi kasus penyuapan, fraud, atau pelanggaran disiplin, jangan ragu dan segera laporkan ke channel-channel informasi berikut ini :

image-newest
Info Kesehatan

Panduan Gizi Seimbang untuk Usia 50 Tahun ke Atas Senin, 12 Januari 2026 08:36 WIB Memasuki usia 50 tahun, tubuh kita tidak seperti dulu lagi. Fungsi pencernaan mulai berubah, metabolisme agak melambat, dan kebutuhan nutrisi pun mengalami penyesuaian. Tapi bukan berarti harus makan sangat terbatas  yang penting adalah kualitas gizi dan ketepatan pola makan. Berikut panduan praktis agar tubuh tetap bugar, tulang kuat, dan pikiran tajam di usia lanjut. Perubahan Tubuh dan Tantangan Gizi di Usia Lanjut Seiring bertambah usia: Rasa dan indra penciuman bisa menurun, sehingga makanan terasa hambar. Fungsi pencernaan melambat, membuat penyerapan nutrisi tidak seefisien dulu. Massa otot cenderung menurun (sarkopenia), sehingga kebutuhan protein menjadi lebih penting. Risiko kekurangan vitamin dan mineral meningkat, seperti vitamin D, kalsium, vitamin B12, zat besi. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan pola makan agar tetap memenuhi kebutuhan tubuh. Prinsip Gizi Seimbang untuk Usia 50 Tahun ke Atas Berikut prinsip dasar yang bisa dijadikan acuan: Konsumsi Makronutrien yang Seimbang Karbohidrat: Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh, ubi) agar energi berkelanjutan. Protein cukup & berkualitas: Sumber protein seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, susu rendah lemak. Menurut pedoman nasional, konsumsi protein “tidak dikurangi dan tidak ditambah secara berlebihan.” Lemak sehat (tak jenuh): Gunakan minyak nabati (minyak zaitun, minyak kanola), konsumsi ikan berlemak (omega-3). Batasi lemak jenuh & lemak trans.   Perhatikan Mikronutrien Penting Kalsium & vitamin D: Sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Vitamin B12 & zat besi: Serapannya bisa menurun seiring usia; perlu perhatian agar tidak mengalami anemia atau kelelahan. Mineral lain: Kalium, magnesium, vitamin C, vitamin A  penting untuk fungsi tubuh dan sistem kekebalan.   Batasi Konsumsi Gula, Garam, & Lemak Jenuh Terlalu banyak garam meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Gula tambahan perlu dikendalikan agar tidak memicu diabetes atau kenaikan berat badan. Hindari gorengan dan makanan olahan tinggi lemak trans.   Frekuensi & Porsi yang Disesuaikan Lebih baik makan dalam porsi agak kecil tapi lebih sering (misalnya 3 kali makan utama + 1–2 camilan sehat). Gunakan bahan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna (terutama bagi yang punya masalah gigi atau pencernaan).   Cukupi Asupan Air & Serat Air sangat penting agar metabolisme, pencernaan, dan sirkulasi tetap optimal. Serat dari sayur, buah, dan biji-bijian membantu melancarkan pencernaan dan menjaga gula & kolesterol. Tips Praktis Agar Nutrisi Tetap Terpenuhi Mulai pagi dengan sarapan bergizi: misalnya bubur gandum dengan potongan buah dan susu rendah lemak. Tambahkan sayur & buah setidaknya pada setiap kali makan. Konsumsi ikan minimal 2–3 kali per minggu untuk asam lemak omega-3 & protein baik. Gunakan rempah & bumbu alami agar cita rasa tetap menarik tanpa harus menambah garam. Jika selera makan menurun, pilihlah makanan yang lebih padat nutrisi (misalnya tambahkan kacang, susu, biji-bijian). Berjemur sebentar di pagi hari untuk membantu produksi vitamin D alami (jika tidak ada kontraindikasi). Lakukan aktivitas fisik ringan secara teratur (jalan kaki, peregangan) bersama pola makan sehat untuk menjaga metabolisme & kekuatan otot. Hal yang perlu diperhatikan Setiap orang lansia bisa memiliki kondisi kesehatan khusus (misalnya penyakit ginjal, diabetes, gangguan pencernaan) sehingga kebutuhan gizi bisa berbeda. Jangan sembarangan mengonsumsi suplemen tanpa rekomendasi dokter, terutama vitamin A, D, atau mineral tertentu. Pantau status gizi secara rutin melalui pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan. Memasuki usia 50 tahun bukan berarti nutrisi jadi “kurang bebas”. Justru, dengan pola makan yang tepat, kita bisa menjaga kesehatan tubuh, tulang, jantung, dan daya pikir lebih lama. Untuk keluarga, teman, atau anggota Yakes Telkom Family di usia 50+, yuk mulai dari hal kecil: ganti nasi putih sebagian dengan yang utuh, tambahkan sayur & buah setiap hari, serta konsumsi protein berkualitas. Setiap langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar.

image-newest
Info Kesehatan

Kenali, Waspadai, dan Cegah Super Flu! Selasa, 06 Januari 2026 17:28 WIB Belakangan ini istilah “super flu” makin sering muncul di pemberitaan kesehatan, terutama setelah varian baru virus influenza A tipe H3N2 yang disebut subclade K terdeteksi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Meski namanya terdengar mengerikan, super flu ini sesungguhnya adalah bagian dari flu musiman yang sudah dikenal, namun punya beberapa ciri yang membuatnya cepat menyebar.  Apa Itu Super Flu Subclade K? Super flu adalah julukan yang diberikan masyarakat dan media untuk varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang merupakan turunan baru dari virus flu musiman. Virus ini telah beredar di banyak negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, dan juga kini di Indonesia.  Subclade K bukan virus baru yang sepenuhnya berbeda, ia masih termasuk keluarga influenza H3N2  tetapi mutasi genetiknya membuatnya lebih cepat menular dari satu orang ke orang lain dibanding varian sebelumnya. Karena kemampuan penyebarannya yang tinggi, istilah super flu pun populer, meski istilah ini bukan istilah medis resmi.  Sudah Masuk Indonesia, Tapi Keadaannya Terkendali Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa subclade K telah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025, dengan total lebih dari 60 kasus tersebar di beberapa provinsi termasuk Jawa Timur dan Jawa Barat. Mayoritas kasus ditemukan pada usia dewasa dan anak-anak, terutama pada perempuan.  Walaupun sudah terdeteksi, Kemenkes menegaskan bahwa varian ini belum mendominasi angka kasus flu nasional dan tren influenza justru menunjukkan penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Artinya, meski ada subclade K, situasi umum flu di Indonesia belum meningkat tajam.  Bagaimana Super Flu Bekerja & Gejalanya Virus subclade K menular dengan cepat melalui cairan pernapasan dan kontak antar manusia. Gejala yang timbul biasanya mirip flu biasa, seperti: Demam Batuk Pilek Sakit tenggorokan Nyeri otot Karena gejalanya mirip influenza musiman yang umum, orang sering tidak menyadari kalau itu varian subclade K.  Para ahli jelas menyebutkan bahwa subclade K tidak terbukti lebih mematikan dibanding varian flu sebelumnya, dan kasus parah atau komplikasi berat tetap lebih mungkin terjadi pada orang yang sudah punya kondisi kesehatan tertentu.  Kewaspadaan Tanpa Kepanikan Meski belum menunjukkan lonjakan kasus secara signifikan di Indonesia, super flu tetap perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok yang rentan seperti: ✔ Anak-anak ✔ Lansia ✔ Orang dengan penyakit penyerta Karena daya tahan tubuh mereka umumnya lebih rendah dan risiko komplikasi flu bisa lebih tinggi.  Cara Melindungi Diri dan Keluarga Untuk meminimalkan risiko tertular atau menularkan super flu, berikut langkah yang direkomendasikan: Cuci tangan secara teratur Terapkan etika batuk & bersin (misalnya menggunakan tisu atau siku) Jaga kebersihan lingkungan dan ruang tertutup Istirahat cukup dan makan bergizi Gunakan masker ketika sakit atau berada di keramaian Segera periksa kesehatan jika gejala flu makin buruk Langkah-langkah sederhana ini membantu tubuh tetap kuat dan menekan penyebaran virus.

image-newest
Info Kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Mata di Era Layar Digital Senin, 05 Januari 2026 15:13 WIB Sekarang hampir semua aktivitas dilakukan lewat layar mulai dari kerja, belajar, sampai hiburan. Tanpa disadari, mata kita bekerja ekstra setiap hari menatap ponsel, laptop, atau TV dalam waktu lama. Akibatnya? Mata terasa kering, pegal, buram, bahkan sakit kepala. Kondisi ini dikenal sebagai Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome. Nah, supaya mata tetap sehat meski sering di depan layar, yuk kenali cara-cara sederhana untuk menjaganya. 1. Gunakan Aturan 20-20-20 Menurut World Health Organization (WHO), istirahat mata secara berkala bisa membantu mencegah kelelahan visual. Caranya mudah banget: setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Kebiasaan kecil ini bantu mata beristirahat dan menjaga fokus tetap tajam. 2. Pastikan Pencahayaan Cukup Mata akan bekerja lebih keras kalau ruangan terlalu gelap atau terlalu terang. Usahakan pencahayaan ruangan tidak langsung mengenai layar, dan atur posisi monitor agar cahaya tidak memantul. 3. Jangan Lupa Berkedip Saat fokus menatap layar, frekuensi berkedip bisa menurun hingga setengah dari normalnya ini menyebabkan mata kering dan terasa perih. Cobalah untuk sadar berkedip lebih sering, terutama saat bekerja lama di depan komputer. Kalau perlu, gunakan tetes mata pelembap atas saran dokter untuk menjaga kelembapan alami mata. 4. Atur Jarak dan Posisi Layar Jarak ideal antara mata dan layar adalah sekitar 50–70 cm, atau kira-kira sejauh panjang lengan. Pastikan bagian atas layar sejajar dengan mata atau sedikit di bawahnya, agar leher dan mata tidak cepat tegang. 5. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mata Kesehatan mata tidak hanya dijaga dari luar, tapi juga dari dalam. Makanan yang mengandung vitamin A, C, E, serta omega-3 sangat baik untuk mata. Kamu bisa mendapatkannya dari sayur berdaun hijau, wortel, telur, ikan salmon, dan buah-buahan berwarna cerah seperti jeruk atau pepaya. 6. Batasi Paparan Layar di Waktu Luang Coba kurangi waktu menatap layar di luar jam kerja, misalnya dengan membaca buku fisik, berjalan santai, atau berbincang langsung dengan orang di sekitar. Keseimbangan antara aktivitas digital dan waktu istirahat bisa membantu mata lebih segar dan pikiran lebih rileks. 7. Periksa Mata Secara Berkala Walau terasa normal, bukan berarti mata benar-benar bebas masalah. WHO merekomendasikan pemeriksaan mata rutin, terutama bagi yang sering menggunakan perangkat digital atau berusia di atas 40 tahun. Pemeriksaan berkala bisa membantu mendeteksi gangguan sejak dini seperti mata kering kronis, glaukoma, atau gangguan refraksi. Menjaga Mata = Menjaga Kualitas Hidup Mata adalah jendela dunia dan juga “teman kerja” kita setiap hari. Dengan kebiasaan kecil seperti istirahat sejenak, mengatur pencahayaan, serta pola hidup sehat, kita bisa menjaga penglihatan tetap tajam dan nyaman meski di era digital. Jadi, mulai sekarang yuk lebih peduli dengan kesehatan mata. Karena layar boleh jadi bagian dari hidup kita, tapi jangan sampai mengambil kejernihan pandangan kita.

image-newest
Info Kesehatan

Waspadai Gejala Awal Penyakit Jantung Sebelum Terlambat Senin, 22 Desember 2025 08:23 WIB Penyakit jantung sering dijuluki “silent killer” karena gejalanya di tahap awal bisa sangat samar, sehingga mudah diabaikan. Padahal, mengenali tanda-tanda awal penting agar tindakan pencegahan atau pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Berikut adalah gejala-gejala yang sering luput dari perhatian namun patut dicurigai sebagai indikasi masalah jantung: Gejala-gejala yang Sering Diabaikan Rasa Tidak Nyaman atau Tekanan di Dada Rasa seperti ditekan, diremas, atau seperti ada beban di dada bisa menjadi sinyal awal masalah jantung. Gejala ini kadang diartikan sebagai gangguan pencernaan atau masuk angin oleh banyak orang.   Nyeri Menjalar ke Bagian Tubuh Lain Nyeri bisa menyebar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang. Ini sering terjadi terutama saat penyakit jantung koroner progresif.   Sesak Napas Bila jantung tidak mampu memompa darah secara efisien, cairan bisa menumpuk di paru-paru, memicu kesulitan bernapas, bahkan dalam aktivitas ringan atau saat berbaring.   Kelelahan Berlebihan Tanpa Sebab Jelas Tubuh sering terasa sangat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini muncul karena organ tubuh tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang optimal akibat kerja jantung yang terganggu.   Pembengkakan di Kaki, Pergelangan Kaki, atau Perut Cairan yang tidak dapat dibuang secara efektif bisa mengendap di jaringan dan menyebabkan edema, yang sering muncul di tungkai atau perut.   Pusing atau Pingsan Mendadak Gangguan aliran darah ke otak bisa memicu kondisi seperti kepala ringan, pusing, atau bahkan kehilangan kesadaran.   Detak Jantung Tidak Teratur (Palpitasi / Aritmia) Sensasi jantung “berdebar”, melompat, terlalu cepat atau lambat bisa menjadi pertanda bahwa sistem listrik jantung mengalami gangguan.   Keringat Dingin Keringat dingin yang muncul tiba-tiba, terutama ketika disertai dengan nyeri dada dan sesak napas, bisa mengindikasikan terjadinya serangan jantung.   Batuk yang Tak Kunjung Sembuh / Berlebihan Batuk kronis, terutama yang disertai dahak berbusa atau kemerahan, mungkin terkait dengan gagal jantung di mana cairan dari jantung bocor ke paru-paru.   Mendengkur Keras (Sleep Apnea Tersembunyi) Mendengkur parah dan sleep apnea bisa menjadi faktor risiko jantung yang tersembunyi. Kondisi ini memicu stres pada sistem pernapasan dan jantung. Mengapa Penting untuk Tanggap Dini? Mengabaikan gejala ringan bisa menyebabkan kondisi memburuk secara perlahan, hingga muncul komplikasi serius seperti serangan jantung mendadak atau gagal jantung. Dengan deteksi dini: Penanganan bisa dilakukan dengan intervensi minimal Risiko komplikasi dapat ditekan Kualitas hidup penderita bisa dijaga lebih baik Siapa yang Lebih Berisiko? Beberapa faktor yang meningkatkan kecenderungan mengalami penyakit jantung antara lain: Usia (pria ≥ 45 tahun dan wanita ≥ 55 tahun) Riwayat keluarga penyakit jantung Gaya hidup kurang sehat: merokok, pola makan tinggi lemak/gula/garam, kurang aktivitas fisik, stres kronis Penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi Langkah Pencegahan dan Tindakan yang Dapat Dilakukan Gaya hidup sehat Konsumsi makanan seimbang (sayur, buah, biji-bijian, protein rendah lemak), kurangi garam/lemak jenuh/gula, hentikan merokok, batasi alkohol, dan kelola stres.   Aktivitas fisik rutin Lakukan olahraga ringan hingga moderat minimal 30 menit per hari (misalnya jalan cepat, bersepeda, senam) secara konsisten.   Manajemen penyakit penyerta Kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai anjuran medis. Terapis sesuai kebutuhan.   Cek kesehatan secara rutin Pemeriksaan seperti EKG, ekokardiografi, tes darah kolesterol/gula, tekanan darah, dan konsultasi ke dokter spesialis jantung bila ada keluhan.   Segera konsultasi dokter bila gejala muncul Jangan meremehkan gejala-gejala di atas. Bila Anda mengalami satu atau lebih dengan frekuensi atau intensitas yang meningkat, segera periksakan diri ke dokter jantung. Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal menghindari penyakit, tapi juga tentang mencintai diri sendiri dengan menjalani gaya hidup yang seimbang. Jangan tunggu sampai gejala muncul baru bertindak. Mulai sekarang, perhatikan sinyal tubuhmu dan lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan jantung tetap sehat dan kuat.

image-newest
Info Kesehatan

Manfaat Omega-3 untuk Tubuh: Menjaga Jantung, Mata, dan Banyak Fungsi Lainnya Kamis, 11 Desember 2025 13:19 WIB Asam lemak omega-3 adalah jenis lemak sehat yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga perlu diperoleh dari luar melalui makanan. Omega-3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan terutama untuk jantung, mata, dan sistem saraf.  Berikut ringkasan manfaat utama dan cara optimal mengonsumsinya: Manfaat Utama Omega-3 Menjaga kesehatan jantung Omega-3 membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar trigliserida, memperlambat pembentukan plak pada arteri, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Semua ini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Menunjang ketajaman mata & kesehatan retina Omega-3 terutama DHA (docosahexaenoic acid) berperan besar dalam menjaga kesehatan retina mata. Konsumsi cukup omega-3 dapat membantu mencegah degenerasi makula terkait usia dan menjaga penglihatan tetap baik. Memperkuat tulang dan sendi Dengan membantu mengurangi peradangan (inflamasi) dalam tubuh, omega-3 juga berdampak positif pada kesehatan sendi. Ini bisa membantu meredakan nyeri sendi dan menjaga kepadatan tulang. Mendukung fungsi otak & sistem saraf Otak sangat bergantung pada asam lemak omega-3 untuk pertumbuhan dan regenerasi sel-sel saraf. Asupan yang baik bisa menunjang daya ingat, konsentrasi, hingga mood yang seimbang. Menjaga kulit tetap sehat Omega-3 dapat mendukung kelembapan kulit, mengurangi kekeringan dan iritasi, serta membantu memperbaiki kulit yang terpapar stres atau polusi. Menunjang fungsi sistem kekebalan tubuh Karena sifat anti-inflamasinya, omega-3 mendukung respons imun tubuh terhadap infeksi dan menjaga keseimbangan sistem imun. Mendukung kesehatan mental & suasana hati Kajian menunjukkan bahwa omega-3 bisa membantu mengurangi depresi dan kecemasan ringan dengan memengaruhi transmisi saraf dan peradangan di otak.  Cara Mendapatkan Omega-3 dari Makanan Untuk memaksimalkan manfaatnya, berikut beberapa tips konsumsi omega-3: Konsumsi ikan berlemak seperti salmon, makarel, sarden, tuna, dan ikan laut dalam lainnya setidaknya 2–3 kali per minggu. Sumber nabati: biji chia, biji rami (flaxseed), kenari, dan minyak kanola bisa menjadi alternatif omega-3 dari tumbuhan. Suplementasi: bila sulit mendapatkan omega-3 dari makanan, suplemen minyak ikan atau minyak alga bisa dipertimbangkan tapi sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi. Pastikan keseimbangan ω-3 terhadap ω-6: konsumsi lemak omega-6 (misalnya dari minyak nabati) tidak berlebihan agar efek anti-inflamasi omega-3 tetap optimal. Tips Aman dan Efektif Mengonsumsi Omega-3 Asupan omega-3 tinggi bukan pengganti pengobatan medis, khususnya bagi penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kondisi kronis lainnya. Sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli gizi sebelum mulai konsumsi suplemen, terutama bila Anda sedang menggunakan obat pengencer darah atau memiliki kondisi medis tertentu. Efek omega-3 akan lebih optimal bila didukung pola hidup sehat: aktivitas fisik teratur, tidak merokok, tidur cukup, dan pengelolaan stres. Omega-3 bukan sekadar “lemak baik”, melainkan kunci penting dalam menjaga kesehatan jantung, mata, otak, dan sistem tubuh lainnya. Dengan mengonsumsinya secara cukup melalui diet seimbang, Anda memberi tubuh banyak “proteksi alami” terhadap penyakit. Sehat itu dimulai dari dalam, mari lengkapi hidup Anda dengan “lemak baik” yang bekerja untuk Anda.

Info Terpopuler

image-popular
Info Korporasi

Digitalisasi Klinik Percetakan Negara, Terobosan Baru dalam Pelayanan Rabu, 16 Desember 2020 03:29 WIB Jakarta – Sebagai implementasi dari pemanfaatan teknologi dalam program POT CINTA, Yakes Telkom meresmikan Yakes Fitness Center yang telah direnovasi serta Digitalisasi Klinik Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara, Jakarta pada Kamis sore lalu(12/11). Upaya digitalisasi setiap program dan layanan Yakes ini ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan sesuai dengan visi TelkomGroup, menjadi digital telco untuk memajukan masyarakat. Kegiatan launching dimulai dengan pemotongan pita secara simbolik oleh Afriwandi, selaku Direktur Human Capital Management TelkomGroup sebagai tanda peresmian dibukanya Yakes Fitness Center dan Digitalisasi Klinik Percetakan Negara. Dalam sambutannya, Afriwandi mengapresiasi kinerja Yakes Telkom dalam meningkatkan customer experience, khususnya memasukkan unsur digital dalam pelayanannya. “Yakes kini sudah berubah menjadi lebih baik, saya yakin kedepannya pasti bisa meningkatkan sistemnya lagi. Apalagi saya dengar citra Yakes Telkom di pelanggan itu positif, itu sangat bagus. Dengan begitu, citra Telkom pun akan ikut menjadi baik”, jelas Afriwandi. Pada kesempatan ini T.Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom memaparkan sekilas tentang jejak langkah Yakes Telkom dalam mewujudukan visi menjadi institusi terbaik di Indonesia dalam mengelola layanan kesehatan berbasis managed care dan teknologi digital terkini. “Saat ini Yakes memiliki program-program POT CINTA untuk menjadi layanan yang lebih proaktif dalam melayani pelanggan. Seperti Sabaya, Yakin, Taman Sehati, Seharum, Kopi Cinta, Digikes, Café Poci, Kozi, Courtesy serta adanya dashboard secara realtime mengenai informasi covid di Telkom Group dan dashboard mengenai informasi investasi” jelas Zil. Kepala Area II Yakes Telkom, Anastasia Muriani juga turut menjelaskan mengenai pelayanan di Klinik Percetakan Negara yang kini semuanya sudah berbasis digital, mulai dari screening hingga konsultasi dengan dokter. “Klinik PN ini akan tetap menjalankan protokol COVID, pengukuran suhu tubuhnya sudah menggunakan thermoscan, tidak lagi memakai thermometer yang ‘ditembakkan’ ke dahi. Kemudian sebelum masuk ke poliknlik, pelanggan akan melakukan triase covid terlebih dahulu melalui website yang telah kami siapkan” jelas Anas. Bagi pelanggan yang ingin mengunjungi Poliklinik Percetakan Negara, lanjut Anas, bisa menggunakan Yakes Mobile untuk menentukan jadwal konsultasi, supaya tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dokter. Anas juga menambahkan ragam layanan yang tersedia di Poliklinik Percetakan Negara. “Disini itu nanti ada layanan restitusi secara online, ada Café Poci yaitu café yang menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk para pelanggan kita, serta taman sehati” pungkasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatangan prasasti secara simbolik oleh DirHCM. Semoga Yakes Telkom bisa semakin lebih baik lagi ke depannya.***dv    

image-popular
Info Kesehatan

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Info Kesehatan

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Info Kesehatan

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin